
Senin, 9 Maret 2026, SMAN 2 Biau menggelar kegiatan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti yang diikuti oleh seluruh siswa dari berbagai agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, dan Hindu. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam memperkuat nilai spiritual, karakter, serta budi pekerti peserta didik, khususnya dalam momentum bulan suci Ramadhan.
Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari ini dibina sekaligus dikoordinasikan oleh Pak Hendro Bukulu, selaku pembina Rohis Putra dan guru Pendidikan Agama Islam di SMAN 2 Biau. Dalam arahannya, beliau menghimbau seluruh siswa agar dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi kesempatan bagi para siswa untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperkuat nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ibu Dra. Indrijany Koping, selaku Kepala SMAN 2 Biau. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar para siswa dapat mengembangkan karakter, meningkatkan keimanan, serta menumbuhkan sikap budi pekerti yang baik melalui kegiatan keagamaan tersebut. Ia juga mengingatkan para peserta didik untuk memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai kesempatan untuk menambah wawasan dan pemahaman keagamaan yang nantinya dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Pada hari pembukaan kegiatan, SMAN 2 Biau juga menghadirkan Drs. Ahmad A.H. Rasyid, M.Si, dosen Fakultas Ekonomi UIN Datokaramah Palu, sebagai narasumber pertama. Dalam penyampaiannya, beliau memberikan motivasi kepada para siswa agar menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan berbenah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Ia mengajak para peserta didik untuk memanfaatkan waktu di bulan yang penuh berkah ini dengan kegiatan-kegiatan yang positif, seperti meningkatkan ibadah, memperbanyak perbuatan baik, serta mempererat hubungan dengan sesama.

Selain itu, beliau juga mengimbau para siswa agar mampu menjaga diri dari berbagai hal negatif yang dapat merugikan masa depan mereka, seperti pergaulan yang tidak sehat, perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai moral, serta kebiasaan yang dapat menghambat perkembangan diri. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus bangsa, sehingga pembentukan karakter yang kuat dan berakhlak mulia harus mulai ditanamkan sejak dini.
Melalui kegiatan Pendidikan Agama dan Budi Pekerti ini, SMAN 2 Biau berharap seluruh siswa tidak hanya meningkatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai kebaikan, toleransi, serta sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, semangat Ramadhan dapat benar-benar memberikan dampak positif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

















