SEKILAS INFO
: - Jumat, 04-09-2026
  • 5 bulan yang lalu / Selamat Melaksanakan Ujian Sekolah untuk Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026
  • 9 bulan yang lalu / SMAN 2 BIAU Juara 1 dalam Buol Art Cloting: FUTSAL CUP 2025
  • 9 bulan yang lalu / Selamat untuk NI KADEK RIRIN DWI ANDINI atas prestasinya Juara 2 Putri Duta GenRe 2025 Kab. Buol, ALDA ABD. RAHMAN atas prestasinya Juara Harapan 1 Putri Duta GenRe 2025 Kab. Buol, dan RUDI WIJAYA atas prestasinya sebagai Finalis Putra Duta GenRe 2025 Kab. Buol
Guru Berinovasi, Guru Berkompetensi: Workshop LKPD Interaktif Berbasis AI dan Berpartisipasi dalam UKBI

Biau, Juli 2026 — Dalam rangka meningkatkan kompetensi, kreativitas, dan kesiapan guru menghadapi perkembangan pendidikan di era digital, SMAN 2 Biau melaksanakan dua kegiatan pengembangan kompetensi guru pada bulan Juli 2026. Kedua kegiatan tersebut adalah Workshop Pembuatan LKPD Interaktif Berbasis AI dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi para guru.

Kedua kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SMAN 2 Biau untuk mendorong guru agar terus berkembang, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan relevan bagi peserta didik.

Meningkatkan Kreativitas Guru melalui LKPD Interaktif Berbasis AI

Kegiatan pertama berupa Workshop Pembuatan LKPD Interaktif Berbasis AI yang dilaksanakan di Ruang Guru SMAN 2 Biau pada bulan Juli 2026. Workshop ini menghadirkan Ahmad Lamo, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 2 Biau, sebagai pemateri.

Dalam kegiatan tersebut, para guru diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu sarana untuk mendukung proses pembelajaran. Salah satu penerapannya adalah dalam pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) interaktif yang dapat membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih menarik dan variatif.

Melalui workshop ini, guru-guru SMAN 2 Biau diharapkan semakin melek teknologi, khususnya dalam memanfaatkan perkembangan AI untuk kebutuhan pendidikan. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran, tetapi juga mendorong munculnya ide-ide kreatif dalam menciptakan aktivitas belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Lebih jauh, kegiatan ini menjadi salah satu langkah sekolah dalam meningkatkan inovasi dan kompetensi guru SMAN 2 Biau. Guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan mengintegrasikannya secara tepat dalam pembelajaran di kelas.

Guru Mengikuti UKBI sebagai Bentuk Penguatan Kemahiran Berbahasa

Selain meningkatkan kompetensi di bidang teknologi pembelajaran, SMAN 2 Biau juga memberikan perhatian terhadap kompetensi berbahasa melalui keikutsertaan para guru dalam Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Kegiatan UKBI bagi guru dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, bertempat di Hotel Surya Wisata. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru dari berbagai sekolah dan difasilitasi secara langsung oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah.

Keikutsertaan guru dalam UKBI menjadi pengalaman awal sekaligus bentuk pengenalan terhadap pelaksanaan UKBI sebelum kegiatan tersebut diberikan kepada peserta didik. Dengan mengikuti UKBI terlebih dahulu, para guru diharapkan dapat memahami pentingnya kemahiran berbahasa Indonesia sekaligus memiliki pengalaman langsung mengenai proses dan bentuk pelaksanaan UKBI.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para guru mengenai pentingnya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Kesadaran tersebut menjadi semakin penting untuk ditanamkan kepada generasi muda, khususnya para remaja yang saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan berbagai bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pengalaman guru dalam mengikuti UKBI, diharapkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dapat semakin kuat dan kemudian diterapkan serta ditularkan kepada peserta didik dalam lingkungan sekolah.

UKBI bagi Peserta Didik SMAN 2 Biau

Setelah pelaksanaan UKBI bagi guru, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan UKBI bagi peserta didik SMAN 2 Biau pada Kamis, 23 Juli 2026. Pelaksanaan UKBI bagi peserta didik bertempat di Laboratorium Komputer SMAN 2 Biau.

Kegiatan ini menjadi langkah lanjutan untuk memperkenalkan sekaligus mengukur kemampuan peserta didik dalam berbahasa Indonesia. Melalui UKBI, peserta didik diharapkan dapat mengetahui kemampuan berbahasa Indonesia yang mereka miliki serta memahami aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Lebih dari sekadar kegiatan pengukuran kemampuan berbahasa, pelaksanaan UKBI diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan tepat. Kemampuan berbahasa merupakan salah satu keterampilan penting yang dibutuhkan peserta didik, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan demikian, kegiatan UKBI tidak hanya menjadi sarana untuk mengetahui tingkat kemahiran berbahasa peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menumbuhkan kecintaan dan kepedulian terhadap bahasa Indonesia.

Bersama Meningkatkan Kompetensi untuk Pendidikan yang Lebih Baik

Rangkaian kegiatan pada bulan Juli tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di SMAN 2 Biau tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga dimulai dari peningkatan kualitas dan kompetensi para pendidik.

Workshop LKPD Interaktif Berbasis AI menjadi ruang bagi guru untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Sementara itu, keikutsertaan guru dalam UKBI menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran dan kemahiran berbahasa Indonesia yang kemudian dapat menjadi contoh bagi peserta didik.

Melalui kedua kegiatan tersebut, SMAN 2 Biau terus berupaya membangun budaya belajar yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi. Guru yang terus belajar dan berkembang diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang semakin berkualitas, sementara peserta didik mendapatkan bekal yang lebih baik untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Guru berinovasi, guru berkompetensi, peserta didik semakin berkualitas.

TINGGALKAN KOMENTAR